Oleh: dian | Februari 11, 2009

4 v

“v, ini adalah curahan hati saya, dan ini memang masalah pribadi

yang sedang saya alami sekarang ini.”

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum wr.wb.

Ketika pertama kali kita ketemu, sekitar 5 bulan yang lalu, saya masih inget kita dipertemukan dalam sebuah rapat persiapan MCF. Dan waktu itu siapa pun ga pernah nyangka bahwa kita akan seakrab seperti sekarang ini, seperti yang v bilang di sms yang kemaren. Dan Allah lah yang mempertemukan kita dan membuat kita saling mengenal satu sama lain.

Sebenernya kalo dihitung kita baru sekitar 8 kali ketemu, namun setidaknya saya udah mengenal cukup banyak tentang v. Apakah itu dari kita sms-an, ataukah ngobrol-ngobrol kalo kita ketemu, ataupun info yang saya dapet dari saudara v.

Yang membuat saya aneh, ntah kenapa semenjak saya mengenal v, saya merasakan ada sebuah semangat dan harapan baru. Ntah kenapa perasaan itu sering muncul dalam pikiran saya. Kadang-kadang saya shalat istikharah tentang perasaan saya ini.

Sehingga ada hal yang ingin saya sampaikan untuk v, bahwa

Ada niat baik dari seorang Dian dengan segala kekurangannya untuk v dengan segala kelebihannya,

“Kalaulah Allah menakdirkan, suatu saat nanti saya ingin v menjadi bagian dari hidup saya”

“Kalaulah Allah menakdirkan, suatu saat nanti ketika saya mengucapkan ijab qobul pernikahan, saya ingin v-lah yang duduk di samping saya”

“Kalaulah Allah menakdirkan, suatu saat nanti jika saya menjadi imam shalat, saya ingin v-lah yang menjadi ma’mumnya”

Saya ga tau apakah ini saat yang tepat atau bukan, saya hanya ingin meluapkan isi hati, supaya tidak menjadi beban bagi saya. Dan ini bukan rayuan gombal, saya bener-bener mengungkapkan isi hati dari lubuk hati yang paling dalam. Terserah v mau menanggapinya seperti apa.

Sejujurnya, sebelumnya saya belum pernah meluapkan isi hati kepada perempuan mana pun. Jadi, v adalah yang pertama, dan mudah-mudahan yang terakhir.

Ada sebuah komitmen dari seorang Dian, kalau v juga setuju, komitmennya adalah saya siap menunggu v sampai suatu saat nanti kita ditakdirkan untuk menikah. Kau lah rembulan di langit hatiku. Kau lah bidadari surgaku. Dan kau lah permaisuri hatiku.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

“Seperti yang v bilang, jika saya yakin maka konsekuensi apa pun

Insya Allah saya udah siap.”

Jazakallah, udah mau baca curahan hati saya.

—Dian Nuraiman—


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.